Perusahaan Jangan Tutup Mata, Bupati Sudah Imbau Bantu Tangani Karhutla
BERAU JURNALISBERAUNEWS— Imbauan Bupati Berau kepada perusahaan agar ikut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik seharusnya tidak berhenti sebagai seruan moral. Di tengah kondisi karhutla yang terus menjadi perhatian, keberadaan perusahaan dengan sumber daya, personel, peralatan, serta kemampuan operasional yang memadai semestinya menjadi bagian dari solusi di lapangan.
Bupati Berau sebelumnya telah mengimbau perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau untuk dapat membantu penanganan karhutla, terutama pada titik-titik yang membutuhkan dukungan. Imbauan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas gabungan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.
Namun, ketika pemerintah daerah sudah membuka ruang agar perusahaan ikut turun tangan, pertanyaan publik kemudian mengarah pada sejauh mana komitmen perusahaan benar-benar diwujudkan. Jangan sampai perusahaan hanya hadir ketika berbicara soal investasi, produksi dan keuntungan, tetapi justru tidak terlihat ketika masyarakat dan pemerintah membutuhkan dukungan menghadapi bencana lingkungan. Karhutla bukan persoalan kecil.
Api yang meluas dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas warga, hingga menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar apabila tidak segera dikendalikan. Karena itu, perusahaan yang memiliki wilayah kerja berdekatan dengan titik-titik karhutla dinilai patut menunjukkan respons konkret.
Bantuan berupa kendaraan pemadam, pompa, tangki air, personel, maupun dukungan logistik dapat menjadi langkah nyata yang langsung dirasakan di lapangan.
Media ini juga telah mengonfirmasi pihak perusahaan terkait imbauan Bupati Berau tersebut. Konfirmasi tersebut menjadi penting untuk melihat apakah perusahaan siap mengambil bagian dalam penanganan karhutla atau justru memilih menunggu pemerintah bekerja sendiri.
Publik tentu berhak mengetahui: ketika pemerintah sudah meminta perusahaan membantu, apakah perusahaan benar-benar turun ke lapangan? Jika belum, apa alasannya? Di tengah ancaman karhutla, sikap diam bukanlah jawaban.
Perusahaan yang beroperasi dan mendapatkan manfaat dari wilayah Berau juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk ikut menjaga daerah tempat mereka menjalankan aktivitas.
Pemerintah daerah pun tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan. Jika kondisi karhutla semakin meluas, perlu ada koordinasi dan pemetaan yang jelas mengenai perusahaan mana yang memiliki kemampuan sumber daya untuk membantu, sekaligus memastikan dukungan tersebut benar-benar bergerak ke titik yang membutuhkan.
Masyarakat tidak membutuhkan sekadar pernyataan kepedulian. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata. Dan ketika api terus mengancam, publik tentu akan melihat siapa yang benar-benar turun membantu dan siapa yang hanya memilih berada di balik pagar perusahaan.
Media ini akan terus meminta konfirmasi dan mengawal keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla di Berau.
Jika ada perusahaan yang telah bergerak membantu, hal tersebut patut diapresiasi.
Namun apabila ada perusahaan yang tidak merespons imbauan pemerintah, publik juga berhak mengetahui sikap dan alasannya.
Karhutla adalah masalah bersama. Jangan sampai perusahaan baru bicara kepedulian setelah asap dan api sudah menjadi bencana besar.